Diposkan pada Learn, Study Room

Tugas Mandiri Bahasa Indonesia Semester 1 ( Menganalisis artikel jurnal penelitian berjudul Revitalisasi Nilai-Nilai Agama Islam dalam Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi )

  1. Kalimat Efektif

Pernyataan      :  Mereka tidak memandang sedikitpun nilai spiritual, nilai kemanusiaan,   dan nilai moral.

Alasan             : Kalimat tersebut tidak efektif.

Pembetulan     : Mereka tidak memandang sedikitpun nilai spiritual, kemanusiaan, dan moral.

  1. Diksi

Penyataan        : Allah akan menginformasikan setiap perbuatan manusia.

Alasan             : Kata “menginformasikan” kurang tepat.

Pembetulan     : Allah akan menunjukan setiap perbuatan manusia.

  1. Keterkaitan Sejarah dan Kedudukan Bahasa Indonesia

Dari sejarah hingga masa kini, Bahasa Indonesia mengalami perubahan nama sehingga lebih baik dan dapat digunakan untuk bahasa Nasional dan dapat dijadikan bahasa pengantar dalam dunia pendidikan.

  1. Memproduksi Judul, Latar Belakang, Rumusan Masalah

Judul                           : Revitalisasi Nilai-Nilai Agama Islam dalam Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Universitas Padjadjaran Bandung.

Topik                           : Revitalisasi konsep.

Latar Belakang            : Kampus sebagai miniature masyarakat masa depan, bisa dianggap labolatorium sosial. Perubahan nilai-nilai di kampus diharapkan akan mempengaruhi nilai-nilai yang ada di masyarakat. Melalui pembelajaran yang smart diharapkan nilai-nilai islam yang murni akan mudah terwujud. Pada tataran metodologi nilai-nilai islam yang murni akan mudah dilakukan secara kafah.

Rumusan Masalah       : 1. Bagaimana pemahaman Pendidikan Agama Islam pada mahasiswa?

  1. Bagaimana metode yang akan dilakukan?
  2. Teknik Penguraian Pembahasan dan Teknik Penulisan Penutup
  • Pembahasan
  1. Metode Kehidupan

Islam sebagai metode kehidupan tergambar dalam kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya. Dalam setiap aktivitasnya, seorang muslim pasti memiliki minimal salah satu target nilai, baik nilai spiritual, nilai material atau kemanusiaan.

Aktivitas muslim yang mengandung target nilai material antara lain : bekerja, bertani dan berdagang. Aktivitas sholat, membaca Al Quran dan ibadah-ibadah merupakan nilai yang bersifat spiritual agar semakin dekat dengan Allah. Berbeda dengan belajar biologi, ilmu fisika, ketrampilan dan ilmu pengetahuan pada umumnya, target nilainya adalah meningkatkan nilai kemanusiaannya. Adapun jujur, berani, sabar dan bersyukur dalam menghadapi kehidupan, maka targetnya meningkatkan nilai moral. Semua aktivitas umat muslim dengan nilai yang diraihnya didesikaksikan untuk beribadah dan menjadi khalifah di muka bumi.

Pada saat ini, nilai dalam pandangan masyarakat sekuler kapitalis hanyalah nilai materiel. Mereka tidak memandang sedikitpun nilai spiritual, nilai kemanusiaan dan nilai moral, kecuali bila ada keuntungan secara materiel.

  1. Metode Pendidikan Islam Terpadu

Metode Rasulullah dalam pembelajaran islam ada tiga prinsip. Pertama, memahami islam secara komprehensif ( aspek kognitif ). Kedua, meyakini islam sebagai solusi kehidupan ( aspek afektif ). Ketiga, melatih melaksanakan perintah Allah dan Rasulnya serta menjauhi larangannya ( aspek psikomotorik ). Untuk mewujudkan ketiga prinsip diperlukan metode terpadu. Beberapa cirri metode terpadu diadabtasi Karl antara lain (1) Holistik, mengkaji realita dari berbagai aspek seperti aspek sosial kemasyarakatan, kesehatan jiwa dan agama. (2) Signifikan, keterkaitan dengan konsep lain yang dipelajari, sehingga terbangun kemampuan memberikan solusi bagi berbagai permasalahan dalam kehidupannya. (3) Aktif, mahasiswa dituntut untuk membaca berbagai referensi, mengaplikasikannya dan menyajikan.

  • Kesimpulan

Islam sebagai metode kehidupan tergambar dalam kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya. Dalam setiap aktivitasnya, seorang muslim pasti memiliki salah satu target nilai, baik nilai material, spiritual atau kemanusiaan. Pada saat ini, nilai dalam pandangan masyarakat sekuler kapitalis hanyalah nilai material. Mereka tidak memandang nilai spiritual,nilai kemanusiaan dan nilai moral kecuali bila ada keuntungan material. Metode Rasulullah dalam pembelajaran islam ada tiga prinsip. Pertama, memahami islam secara komprehensif ( aspek kognitif ). Kedua, meyakini islam sebagai solusi kehidupan ( aspek afektif ). Ketiga, melatih melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya.

 

 

Iklan

Penulis:

Lupakan masa lalu, hidup untuk sekarang dan belajar untuk masa depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s